
Bogor, beritainnews – Yayasan Komunitas Difabel Action Indonesia (YDAI) berkolaborasi dengan Sobat Stroke Bogorians (SSB), sukses menggelar acara “Sharing Session dan Motivational Day” dengan tema “Untuk Membangun Kepercayaan”. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Anak dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 diaula Gedung Serba Guna DPRD Kota Bogor, Selasa 21/07/26.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Atep Budiman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, Yayasan Komunitas Difabel Action Indonesia merupakan mitra Dinas Sosial Kota Bogor yang beberapa tahun kebelakang sudah terjalin sinergi.
“Hari ini kegiatan mereka dalam rangka hari anak dan hari keluarga nasional, tema kegiatan mereka juga bagus Untuk Membangun Kepercayaan, para menyintas dan penderita stroke termasuk juga kaum difabel dan disabilitas di Kota Bogor,” ujarnya.
Pada kegiatan ini, kata Atep, Dinsos Kota Bogor sebagai mitra yang memfasilitasi kewajibannya sebagai dinas yang menyikapi kesosialan tentang disabilitas sesuai Peraturan daerah (Perda) yang ada.
“Ya tentu kami memfasilitasi mereka karena ini mitra kami, apalagi ada kewajibannya kita yang sudah punya Peraturan daerah (Perda) tentang disabilitas juga, diantaranya bersama-sama dengan pemerintahan bisa mewujudkan Kota Bogor yang inklusif,” ungkapnya.
Menurut Atep hal tersebut tidak mudah dan tentu banyak hal yang harus secara bertahap dimulai, diantaranya perlu pelaksanaan dari Perda tersebut.
“Perda itupun kan sudah kami susun bareng-bareng juga dari semua komunitas,” jelas Atep.
Ia berharap tahun ini bisa selesai, sehingga banyak aspirasi, banyak pengaduan dari masyarakat dan juga terkait dengan Infrastruktur yang ramah disabilitas terkait dengan beberapa program yang lainnya dapat memberi ruang yang sama bagi kaum disabilitas yang perlu diperhatikan.
“Mudah-mudahan Peraaturan Walikota (Perwali) terkait Perda ini secara operasional akan memerintahkan kepada Dinas-Dinas, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada dilingkungan Pemerintah Kota,” harapnya.
Dalam hal ini lanjut Atep, diharapkan kedepan tentu perwujudan Bogor sebagai Kota inklusif bisa segera terwujud, diantaranya Perwali tentang disabilitas dapat terbit di tahun ini.
“Kota inklusifnya belum mulai kelihatan secara konkrit dan terus-terusan progresif bertambah,” paparnya.
Sementara Ketua Difabel Action, Isna Nuraeni, mengukapkan bahwa pembangunan yang inklusif harus menjadi perhatian seluruh pihak agar setiap warga memperoleh hak yang sama tanpa terkecuali.
“Diantaranya penyediaan jalur landai, toilet khusus, jalur pemandu, serta fasilitas pendukung lainnya perlu menjadi standar dalam setiap pembangunan gedung dan ruang pelayanan publik,” pungkas Ketua Difabel Action, Isna Nuraeni.
Reporter: Ismet
Editor: Anwar S.




