
Kota Bogor, beritainnews.com – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Bogor selenggarakan Pelatihan Digitalisasi Madrasah Diniyah dengan tema “Mewujudkan Madrasah Diniyah Mandiri dan Berdaya Saing di Era Digital,” Kegiatan dilangsungkan di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Kota Bogor, Minggu, 20/9/26.
Ketua FKDT Kota Bogor, Ari Badri, menuturkan, pelatihan ini diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kota Bogor, sebagai salah satu langkah strategis pihaknya dalam mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan pendidikan Islam nonformal.

Menurutnya, Kegiatan digitalisasi tersebut sebagai upaya meningkatkan efisiensi tata kelola administrasi sekaligus mendukung pengembangan metode pembelajaran yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain itu lanjut Ari, dalam program ini juga para pengelola dan tenaga pendidik Madrasah Diniyah dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif,
“Salah satunya pemanfaatan platform media sosial seperti TikTok, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi, publikasi, hingga peluang ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan ini juga kata Ari, merupakan bentuk komitmen FKDT dalam meningkatkan kemampuan digital para guru Madrasah Diniyah.
“FKDT Kota Bogor ini berada dalam pembinaan Kementerian Agama Kota Bogor yang bekerjasama dengan PT Komfak untuk menyelenggarakan pelatihan digitalisasi,” tutur Ari Badri kepada beritainnews.com.
Ia juga mengingatkan, bahwa pemanfaatan medsos TikTok tidak semata-mata untuk melihat atau menikmati konten, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sarana yang memberikan manfaat, termasuk peluang ekonomi bagi para guru Diniyah.
“TikTok bukan hanya sekadar untuk melihat konten, tetapi bagaimana platform tersebut bisa berdaya guna dan menghasilkan sesuatu yang kemudian dapat menjadi pemasukan bagi guru-guru Diniyah,” imbuhnya.
Ari mengingatkan para peserta tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan. Ia juga menekankan pentingnya kesungguhan dalam mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh serta kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan digital.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, yang pertama harus konsisten dengan ilmu yang didapat. Kedua, harus memiliki kemauan untuk terus mencari dan mengembangkan ilmu, termasuk bagaimana mengembangkan aplikasi TikTok melalui fitur affiliate. Harapannya, guru-guru Diniyah dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat secara finansial dari kegiatan tersebut,” jelasnya.
Ia juga berkomitmen bahwa FKDT Kota Bogor akan terus mendorong adanya keberlanjutan setelah pelatihan. Adapun ilmu yang diperoleh kat Ari, harus benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu yang didapat harus diaplikasikan. Jadi, setelah pelatihan selesai bukan berarti semuanya selesai. Harus ada kesinambungan dan kontinuitas. Kami juga akan melakukan pemantauan melalui tim yang telah kami bentuk,” ungkap Ari.
Dalam kegiatan pelatihan tersebut, papar Ari, peserta mendapatkan materi tujuh narasumber dari PT Komfak yang memiliki kompetensi di bidang digitalisasi. Para narasumber memberikan pembekalan secara langsung kepada guru-guru Diniyah agar mampu memanfaatkan teknologi secara lebih produktif.
“Salah satu narasumber yang hadir adalah Hanif Mubarak Adnan. Para narasumber dari PT Komfak memberikan ilmu dan pendampingan kepada guru-guru Diniyah agar mereka semakin melek teknologi serta mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” paparnya.
Pelatihan digitalisasi ini dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Abdul Jalil,
Dalam kesempatan tersebut Abdul Jalil berpesan agar para guru Madrasah Diniyah dapat mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya secara positif.
Ia pun mendorong para guru untuk menyambut perkembangan digital dengan baik serta menjadikannya sebagai sarana yang dapat memberikan manfaat bagi pendidikan dan masyarakat.
“Guru-guru Diniyah harus melek teknologi. Perkembangan teknologi harus disambut dengan baik. Ini bukan sesuatu yang harus dijauhi, tetapi harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan,” ujarnya.
Abdul Jalil berharap, pelatihan Digitalisasi Madrasah Diniyah ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi menjadi awal dari gerakan bersama dalam meningkatkan kapasitas digital guru dan pengelola MDT di Kota Bogor.
“Maka dengan kemampuan digitalisasi, diharapkan Madrasah Diniyah semakin adaptif, mandiri, dan ini mampu memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman,” Tandasnya.
Reporter: Ismet
Editor: Anwar S.
@beritainnews.com




