
Kota Bogor, beritainnews.com – Dewan Pendidikan (Wandik) bersama komite sekolah menggelar Sarasehan Pendidikan Kota Bogor 2026 melalui tema “Optimalisasi Fungsi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah” di Gedung PPM di Jalan Binamarga, Kota Bogor, Kamis 20/8/26.
Ketua panitia pelaksana Sarasehan Pendidikan Kota Bogor, Asep Adipurna mengatakan, kegiatan sarasehan tersebut baru kali pertama seluruh komite sekolah dikumpulkan untuk membuka diskusi dengan kepala Dinas Pendidikan maupun Kantor Cabang Dinas (KCD), Walikota Bogor, Dedie Rachim yang turut hadir sangat mengapresiasi,
“Pak Wali Kota hadir artinya beliau mendukung, bahwa memang suara-suara dari orang tua dari masyarakat selaku bagian dari pendidikan perlu didengar juga,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menurutnya adalah inisiatif dari pihaknya untuk mengumpulkan para komite sekolah, karena menurut Asep fungsi dewan perwakilan pendidikan dan komite sama, hanya saja bedanya kata Asep, bahwa komite sekolah dibawah naungan dewan pendidikan Kota Bogor,
“Makanya kita pikir perlulah kita sama-sama menyamakan persepsi kenal dulu,” jelasnya.
Adapun lanjutnya peserta kegiatan Sarasehan pendidikan Kota Bogor tersebut diikuti dari komite TK, SD, SMP, SMA dan SMK dengan jumlah undangan 130 orang, namun yang hadir 109 orang,
Ia berharap melalui kegiatan tersebut pihaknya dapat terjalin komunikasi untuk bisa saling kenal, sehingga diantara para komite dapat saling support dan turut membantu berbagai permasalahan untuk dihadapi bersama,
Sementara Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa optimalisasi Peran Dewan Pendidikan Kota Bogor bagian dari tantangan untuk memajukan dan mengembangkan sektor pendidikan di Kota Bogor yang perlu dihadapi bersama,
“Tema Optimalisasi Fungsi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah pada kegiatan sarasehan ini, diharapkan bisa menghimpun berbagai masukan, usulan, maupun inovasi di sektor pendidikan,” ungkapnya.
Dedie juga mengatakan, berbicara soal pendidikan tentunya akan berujung pada sebuah proses menghasilkan anak-anak Indonesia Emas yang akan memperbaiki kehidupan keluarga dan Indonesia di masa mendatang.
Namun faktanya, papar Dedie di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Bogor, masih tercatat adanya pengangguran terbuka, angka putus sekolah, serta angka rata-rata lama sekolah.
“Apakah matching antara pendidikan dengan dunia pekerjaan? Apakah memang pendidikan yang ada di Bogor menjawab kebutuhan industri maupun kebutuhan riil dari bidang-bidang usaha yang ada di Bogor? Jadi memang ini sebuah pertanyaan besar yang harus nanti dijawab juga oleh dewan pendidikan pada sarasehan ini,” jelasnya.
Sehingga untuk menghadapi tantangan itu, yang perlu disiapkan pada sektor pendidikan adalah supply dengan demand. Sementara untuk anak putus sekolah, bisa difasilitasi melalui program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melalui pendataan di tingkat RT dan RW, adapun untuk pengangguran terbuka, bisa diintervensi melalui dorongan agar dapat mengisi sektor-sektor yang dibutuhkan sesuai kapasitas yang dimiliki pencari kerja.
“Jadi bisa penyalurannya ke industri yang tepat. Kan kebutuhannya tadi saya sampaikan ada kebutuhan di kafe, restoran, hotel, hiburan,” katanya.
Maka, sambung Dedie, bahwa jangan-jangan yang dibutuhkan bukan penjahit dan jangan-jangan juga yang dibutuhkan bukan juru las, akan tetapi yang dibutuhkan adalah barista.
“Jadi coba ke sana, atau hospitality industri lain, ada misalnya housekeeping dan lain sebagainya. Itu riil kebutuhannya. Jadi jangan kemudian pendidikannya tidak nyambung dengan kebutuhan realitas,” tuturnya.
Selain itu lanjutnya, setiap pelajar juga bisa dibekali kemampuan bahasa asing. Hal tersebut untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara yang saat ini mengalami kekurangan usia produktif.
Sehingga peluang-peluang di tingkat daerah, regional, nasional, hingga internasional bisa diisi oleh angkatan kerja dari Indonesia maupun daerah.
Lalu Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Herry Karnadi, menambahkan, Kegiatan sarasehan pendidikan Kota Bogor yang baru pertama kali tersebut dilaksanakan oleh Dewan Pendidikan (Wandik) Kota Bogor,
“Saya mengapresiasi, karena saya bisa bertemu langsung dengan Komite Sekolah ditingkat TK, SD, SMP bahkan SMA yang tadipun juga memberikan banyak perhatian dan pertanyaannya, sehingga saya bisa menangkap apa sih yang menjadi permasalahan yang ada di Sekolah di Kota Bogor,” ujar Herry.
Dia juga berharap hal-hal yang sudah menjadi ketentuan kebijakan bisa di taati diharapkan Komite Sekolah bisa balik lagi berdiskusi lagi dengan Sekolah bersama kepala Sekolah dalam menjalankan pendidikan agar tidak ada pungutan yang memberatkan orang tua murid,
Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor (Wandik) Kota Bogor, Rudi Suryanto, menyambaikan kegiatan sarasehan tersebut menjadi forum untuk memperkuat komunikasi antar komite sekolah sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan.
“Ini kita inisiatif mengadakan acara sarasehan dengan komite sekolah yang ada di Kota Bogor. Tujuannya, kita sedang mencari masukan dari para komite, apa yang bisa dikolaborasikan dengan komite Sekolah,” katanya.
Selama ini menurut Rudi, komite sekolah cenderung berjalan sendiri-sendiri. Maka itu, lanjutnya, Dewan Pendidikan mendorong terbentuknya forum berdasarkan jenjang pendidikan, termasuk forum komite SMA dan SMK, yang nantinya dapat diarahkan pada kolaborasi dengan dunia kerja.
“Sekolah itu kan saat ini komitenya berjalan sendiri-sendiri. Kita buat forum, misalnya forum SMA, SMK, nanti arahnya bisa ke lapangan kerja,” paparnya.
Oleh karena itu kata Rudi, Kolaborasi tersebut penting pasalnya masih terdapat lulusan SMK yang masuk dalam kelompok pengangguran terbuka, meski pendidikan SMK memiliki orientasi menyiapkan peserta didik untuk bekerja.
Maka diharapkannya, forum antar komite dapat membuka peluang berbagi pengalaman dan jejaring, khususnya dari anggota komite yang memiliki latar belakang atau koneksi dengan dunia industri.
“Komite itu terdiri dari berbagai kalangan. Barangkali mereka ada yang punya basic di industri, bisa sharing dengan teman-teman komite lain,” tandas Rudi.
Reporter: Ismet
Editor: Anwar S .




