
Bogor, beritainnews – Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Barat Nomor 0157/SK/DDJBR/VII/1448 H/2026 M, tentang pengesahan struktur Majelis Pertimbangan dan Susunan Pengurus DDII Kota Bogor, periode 2026-2031,
Ketua DDII Provinsi Jawa. Barat (Jabar), KH. Muhammad Roinul Balad, melantik jajaran pengurus DDII Kota Bogor, periode 2026-2031, dengan tema,”Khidmah Dewan Da’wah Kota Bogor Dalam Menyuarakan Peringatan Darurat Atas Ancaman Terhadap Ketahanan Keluarga,”, yang dilangsungkan di Ruang Gedung Serba Guna DPRD Kota Bogor, sabtu 18/07/2026.

Pelantikan tersebut sesuai surat Keputusan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Jawa Barat Nomor 0157/SK/DDJBR/VII/1448 H/2026 M, tentang pengesahan struktur Majelis Pertimbangan dan Susunan Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Kota Bogor, periode 2026-2031, hal ini disampaikan Ketua DDII Jabar, KH. Muhammad Roinul Balad.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa jajaran pengurus DDII Kota Bogor yang dilantik yakni, KH Muhammad Abbas Aula dipercaya sebagai Ketua Majlis Pertimbangan DDII Kota Bogor dan KH. Abdul Khalim dipercaya menjadi Ketua DDII Kota Bogor masa bakti 2026-2031 bersama 57 pengurus bidang lainnya.
Hadir pada pelantikan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Denny Mulyadi, anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Dody Hikmawan, Kepala Bidang (Kabid) Politik dan Ormas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor, Anang Yusuf, Ketua Dewan Pertimbangan DDII Kota Bogor KH Muhammad Abbas Aula, Pimpinan Ponpes Riyadhul Huda KH Badru Kamal Makmun serta sejumlah pimpinan berbagai organisasi Islam, diantaranya Muhammadiyah, ICMI, dan lainnya.
Ketua panitia penyelenggara Gumelar Adiwijaya, yang juga Sekretaris Umum DDII Kota Bogor, mengatakan, pelantikan pengurus DDII Kota Bogor, Periode 2026 – 2031, menjadi awal untuk terus bergerak khidmat kepada umat,
“Ini menjadi awal kita terus bergerak berkhidmat kepada ummat khususnya di Kota Bogor, untuk mengentaskan penyakit-penyakit sosial di Kota Bogor, diantaranya judi online, pergaulan bebas dan LGBT, tentu ini menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Menurut Gumelar, dengan mengangkat tema tersebut, merupakan pokok perhatian sebagai salah satu faktor pertumbuhan negara melaui institusi yang terkecil, yakni keluarga.
“Insya Allah periode sekarang kita akan konsen kepada bapak Wali Kota Bogor agar segera menerbitkan Perwalinya, (Peraturan Wali Kota) yang mengatur tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual (P4S) di Kota Bogor, dan dapat menjadikan Peraturan daerah (Perda) yang di sahkan oleh DPRD Kota Bogor, Semoga itu bisa terealisasi secara optimal,” ungkap Gumelar.
Ia berharap pelantikan tersebut mampu menjadi ujung tombak untuk lebih serius dalam berkhidmat kepada ummat, khususnya di Kota Bogor yang melibatkan stakeholder Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Bogor, untuk terjalin kolaborasi dalam menyelamatkan generasi bangsa.
“Mudah-mudahan dengan dukungan Pemekot Bogor dan DPRD ini bisa optimal kerjanya dalam mengentaskan permasalahan yang kompleks ini bersama sama,” harapnya.
Sementara ditempat yang sama ketua DDII Provinsi Jabar, KH. Muhammad Roinul Balad, menegaskan, bahwa DDII memiliki lima pilar, yakni pengawalan akidah, penegakan syariah, penguatan ukhuwah dengan seluruh pihak yang memiliki visi dan misi yang sama, solidaritas, serta mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dewan Da’wah selalu terdepan dalam membela keutuhan NKRI. Untuk para pengurus yang baru dilantik, langsung registrasi SKT dan segera melaksanakan rapat kerja,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi, dalam sambutannya menyampaikan doa dan harapan kepada seluruh pengurus DDII Kota Bogor yang telah dilantik agar dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dalam hal ini lanjut Denny, tentu Pemkot Bogor siap berkolaborasi dengan DDII Kota Bogor dalam menangani berbagai dampak sosial serta ancaman yang dapat menimpa masyarakat maupun jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor,
“Saya sangat setuju Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Kota Bogor bekerja sama dan berkolaborasi dalam pembinaan mental bagi ASN Pemkot Bogor melalui dakwah di masing-masing perangkat daerah. ‘Saat ini dinamika sosial seperti pinjaman online dan yang lainnya tidak hanya menjebak masyarakat, namun ada juga beberapa ASN yang menjadi korban, ‘Ini menjadi tugas kita semua dalam menangani dampak sosial tersebut,” ucap Denny.
Untuk memperkuat kerjasama sinergitas ini, sambung Denny, ‘DDII Kota Bogor dapat melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor.
Ketua DDII Kota Bogor yang baru dilantik, KH. Abdul Khalim, menyampaikan, bahwasanya program DDII Kota Bogor sudah terus menerus, melalui peraturan da’i, baik da’i melenial maupun digital dan juga Khidmah terhadap ummat,
“Kita juga punya seorang alumni Amerika dan Australia yang keahliannya dalam hal narkoba, makanya program yang dilaunching 2024 adalah penanganan narkoba berbasis masjid,” kata Abdul Khalim.
Kemudian papar Abdul, untuk hal-hal yang berkenaan dengan regulasi pencegahan pertahanan keluarga, bahwa pihaknya memang aktif sejak awal, sebagai langkah menuju tercapainya pembuatan Perda tersebut, melalui sosialisasi ke enam Kecamatan yang terus aktif dilakukan dengan meminta persetujuan tanda tangan Camat, Lurah-lurah sebagai prosedural permohonan Perda P4S tercapai,
“karena kita tidak ingin juga kaya kejadian-kejadian kemarin, karena tidak adanya regulasi aturan yang umum, sehingga membuat pelaku bebas ditempat umum, nah bagi orang yang kesal kan bisa akan melakukan tindakan-tindakan yang mungkin tidak terukur, karena kan tidak adanya regulasi yang pasti, maka mereka menjadi bebas, “tuturnya.
Oleh karena itu, lanjutnya regulasi itu sebagai poin utama terhadap jalur pencegahan, sehingga semua bisa terkendali oleh penguasa sesuai dengan konstitusi,
“Kami berharap bapak Wali Kota segera menerbitkan Perwali, sehingga biar penanganan penyimpangan LGBT dan lainnya itu bisa teratur, yang mana pencegahan itu dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Reporter: Ismet
Editor: Anwar S.




