
Bogor, beritainnews – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Kota Bogor Tahun 2026 terus menuai polemik., hal itu dikeluhkan para orang tua terkait tidak ditampilkannya nilai tes praktik dan rincian penilaian jalur prestasi akademik maupun non Akademik, sehingga muncul dugaan adanya praktik permainan kotor yang dilakukan oknum pihak sekolah dalam proses penyeseleksiannya.
Dugaan tersebut juga semakin dikuatkan usai ditemukannya indikasi praktik jual beli nilai test praktek prestasi non akademik data calon peserta didik yang dinilai janggal.
Kejanggalan tersebut di temukan dibeberapa sekolah, salah satunya SMPN 7 kota Bogor, pasalnya ada beberapa murid yang nilai prakteknya di duga mendapat nilai sempurna, sementara ada 2 orang murid yang nilai prakteknya jauh di bawah 50 poin.
Orang tua calon peserta didik yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan dan menilai pelaksanaan SPMB tahun 2026 ini jauh lebih tertutup dibanding dua tahun sebelumnya, diantaranya komponen sistem penilaian kini hanya menampilkan status diterima atau tidak diterima saja, tanpa tranparansi memperlihatkan nilai sertifikat prestasi, hasil tes praktik, maupun Tes Kemampuan Akademik (TKA),
“SPMB tahun ini jauh lebih tertutup dibanding tahun-tahun sebelumnya, sistem penilaian hanya menampilkan status diterima atau tidak diterima saja tanpa memperlihatkan nilai sertifikat prestasi dan lainnya,” Ungkapnya.
Tentu kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Seluruh proses penilaian dan pemeringkatan dilakukan melalui sistem yang tidak dapat diakses maupun diverifikasi oleh sekolah ataupun peserta. Dampaknya ruang pengawasan publik terhadap proses seleksi menjadi sangat terbatas dan seakan tertutup.
Red.




