Beranda berita Grand Launching Buku “Bangkit ditengah Luka” literasi motivasi berkarya

Grand Launching Buku “Bangkit ditengah Luka” literasi motivasi berkarya

Usai peluncuran buku “Bangkit ditengah Luka’, Prof. Yusni Arni, dan Yayuk Sri Rahayu bersama jajarannya berpoto bersama. (Beritainnews).

Bogor, beritainnews – Grand launching buku “Bangkit ditengah Luka” karya Prof. Yusni Arni, yang mengisahkan perjalanan hidup, perjuangan dan keberkahan dibalik kesuksesan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Ayam Geprek Pandawa, dilangsungkan di Aula Gedung Serba Guna DPRD Kota Bogor, pada Jum’at, 10/7/26.

Buku Bangkit ditengah Luka menyiratkan tema “Dari Air Mata Menjadi Kekuatan Dari Luka Menjadi Kebeerkahan,” merupakan kisah nyata perjuangan Yayuk Sri Rahayu, seorang Ibu yang bangkit dari masa-masa sulit untuk membesarkan tujuh anak dan awal perjalanan usaha Ayam Geprek Pandawa yang akhirnya kini membuahkan manfaat bagi banyak orang.

Peluncuran buku ini menjadi momen penting bagi Yayuk Sri Rahayu yang tentunya memberikan inspirasi kepada masyarakat luas, akan ketangguhan dalam menghadapi keterpurukan.

Bunda Yusni bersama Yayuk Sri Rahayu dan teman teman berpoto bersama. (Dok.beritainnews)

Yayuk Sri Rahayu usai peluncuran buku tersebut mengatakan, bahwa buku Bangkit ditengah Luka yang ditulis oleh Prof. Yusni Arni,merupakan kisah nyata perjalanan hidupnya.

“Awalnya saya hanya menceritakan perjalanan kehidupan pribadi saya kepada teman saya Bunda Yusni, lalu beliau mensupportnya agar kisahnya dapat dituangkan dalam buku sebagai inspirasi bagi banyak orang,” ujarnya.

Menurut Yayuk, bahwa Inti dari kisah yang ditulis dalam buku tersebut sebagai inspirasi hidup dalam membangkitkan semangat dari keterpurukan untuk terus melangkah menghadapi proses kehidupan dalam memperjuangkan hidup menggapai harapan,

“Ya intinya tidak boleh putus asa karena Allah Ta’ala akan selalu memberikan keberkahan hidup kepada kita yang selalu ikhlas dan semangat menjalani ujian hidup. ‘Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik buat kita,” tuturnya.

Yayuk menambahkan bahwa fase triluka bukan hanya dari cucuran darah saja, akan tetapi ada luka kehidupan yang tanpa keluar darah namun perihnya bisa membuat kita hilang kendali dan putus asa menghadap realita hidup.

“Yang namanya fase triluka kan bukan dari luka berdarah aja, tapi luka kehidupan yang bisa membuat kita putus asa karena lelah dalam ketidakberdayaan, begitulah proses hidup. Namun Allah mengatakan bahwa tidak akan berubah suatu kaum bila dirinya sendiri tidak merubahnya, Insyaallah kita diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menghadapi kesulitan hidup,” ucapnya.

Yayuk berharap buku “Bangkit ditengah Luka” dapat bermanfaat bagi para pembaca sebagai inspirasi untuk menjadikan kehidupan kedepan lebih baik.

Sementara ditempat yang sama Prof. Dr. Yusni Arni, yang akrab di panggil Bunda Yusni sebagai penulis buku ‘bangkit ditengah luka’ mengatakan, acara launching buku ini yang merupakan suatu gerakan literasi untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas, bahwa kita tidak boleh berputus asa walaupun dihadapkan dalam keterpurukan,

“jadi secara sederhana adalah suatu gerakan interaksi untuk memberikan motivasi kepada banyak orang,” jelas Bunda Yusni.

Adapun buku “Bangkit ditengah Luka” tersebut, menurutnya sudah ada di Perpustakaan Nasional, yang nantinya akan disebar luaskan sebagai suatu buku referensi untuk segala bidang, terutama bidang pendidikan, psikologi, kemudian kewirausahaan,

“jadi buku ini akan disebarluaskan dan ini juga sudah ada di link spopynya dan link akunnya,” terangnya.

Ia berharap buku literasi semacam ini bisa semakin meningkat di Indonesia, karena menurutnya, literasi di Indonesia ini masih memprihatinkan, dengan launching buku bangkit ditengah luka dapat memberikan motivasi dan pencerahan kepada banyak orang.

“Semoga literasi kita ini semakin meningkat di Indonesia dan dapat memberikan motivasi kepada banyak orang untuk terus berkarya,” pungkas Profesor Bunda Yusni.

Reporter: Ismet

Editor: Anwar S.