
Kab. Bogor, beritainnews.com – Kebakaran yang melahap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga Cibungbulang Kabupaten Bogor pada Senin 7/9/26, namun hingga sampai hari ini, Jumat 11/9/ api di bawah tumpukan sampah belum juga kunjung padam.
Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengusulkan modifikasi cuaca untuk membantu pemadaman api di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut. Dedie menilai, salah satu penanganan kebakaran TPA Galuga, yakni dengan menurunkan hujan buatan apabila hujan alami tidak juga turun di wilayah Galuga.

Namun hingga kini wilayah Galuga tidak mengalami hujan alami sejak awal terjadinya kebakaran pada Senin sore lalu, walau diketahui hujan terjadi pada Kamis sore 10/9/26 di wilayah kota Bogor, namun hujan tersebut tidak sampai ke TPA Galuga.
“Jadi, memang salah satu penanganan yang harus dilakukan adalah modifikasi cuaca, ya, dengan menurunkan hujan. Kalau kemudian ternyata hujan alami tidak turun di wilayah Galuga. Itu yang kita coba usulkan nanti,” ujar Dedie kepada awak media di TPA Galuga, pada Jumat, 11/9.
Hari ke-4 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Pemadaman dilakukan dengan Water Bombing hingga Kanalisasi, maka kata dia apabila tidak dilakukan modifikasi cuaca dikhawatirkan titik api di dalam timbunan sampah tidak dapat terjangkau.
“Kita khawatir ini kan areanya berbukit-bukit, terjal, ya. Perlu penjangkauan yang luas dengan personel yang banyak,” jelasnya.
Karena menurut Dedie, bahwa titik api kerap muncul di dalam timbunan sampah, sementara dari atas tumpukan sampah hanya kepulan asap saja yang nampak terlihat tanpa adanya titik api yang menyala. Namun, ketika alat berat membuka timbunan sampah tersebut, kata Dedie, api kembali menyala yang menurutnya sifat sampah seperti briket itu memiliki potensi terbakar.
“Karena sifat dari sampah yang sudah menahun, ya, mungkin sudah seperti briket. Keras, namun memang punya kalori, potensi untuk terbakar,” ungkap Dedie Rachim.
Red.
@beritainnews.com




