Beranda berita Kemenkes: abu Vulkanik bisa rusak paru-paru, ingatkan kiat penanganan yang aman

Kemenkes: abu Vulkanik bisa rusak paru-paru, ingatkan kiat penanganan yang aman

Jakarta, beritainnews.com – Mengingat sifat abu vulkanik yang berbeda dari abu biasa yang tentunya perlu penanganan berbeda dan serius, maka Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan informasi kiat guna penanganan abu vulkanik secara aman,

“Abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam dan bersifat asam, sehingga bila salah penanganan dapat merusak lantai, kaca, kendaraan, sekaligus membahayakan paru-paru,” ungkap Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi di Jakarta, Senin, 7/8/26.

Oleh karena itu kata dia, selama proses penanganannya, warga atau petugas perlu menggunakan masker N95 atau KN95, kacamata pelindung, sarung tangan, dan pakaian lengan panjang, serta menjauhkan anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru dari area yang dibersihkan karena mereka lebih rentan terhadap dampak paparan abu.

Selain itu Imran juga mengingatkan bahwa pentingnya menutup secara rapat pintu dan jendela agar abu dari luar tidak masuk kembali, serta mematikan kipas angin atau mesin pengatur suhu udara agar partikel tidak berputar dan menyebar ke seluruh ruangan.

“Membasahi permukaan tertutup abu dengan menyemprotkan air secara ringan sebelum menyapu atau mengumpulkan abu, karena menyiram air dengan ember justru membuat abu mengeras seperti semen,” ujarnya.

Adapun untuk lantai dan perabotan, sambung dia sebaiknya dibersihkan menggunakan kain pel basah atau bila memungkinkan menggunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA. Adapun abu yang terkumpul sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah tertutup, bukan dibuang ke saluran air.

“Dengan langkah yang hati-hati dan perlindungan yang tepat, rumah dapat kembali bersih tanpa menimbulkan risiko kesehatan tambahan bagi penghuninya,” jelasnya.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Minggu 8/9/ dalam konfrensi pers di jakarta mengatakan bahwa pihaknya mulai mengaktifkan Health Emergency Operating Centre (HEOC) dan menyiapkan sejumlah hal, mulai dari nebulizer, konsentrator oksigen, obat tetes mata, salep kulit,merespons dampak kesehatan erupsi Anak Krakatau.

“Erupsi Anak Krakatau berdampak pada kesehatan, baik terhadap pernapasan, mata, maupun kulit,” katanya.

Lebih lanjut imbuh dia, untuk mengurangi dampak-dampak tersebut, dia menyarankan publik untuk tetap di rumah. Bilapun ke luar rumah, dia menyarankan memakai masker dan kacamata untuk menghindari partikel-partikel dari erupsi tersebut tidak masuk tubuh.

“Warga untuk tidak mengucek mata apabila terkena partikel erupsi harus segera dibersihkan dengan air, atau obat tetes mata, ataupun ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan yang baik,” Pungkasnya.

 

 

Reporter; Dewi

Red.

Editor: Anwar S.

@beritainnews.com