Beranda berita Dedie Rachim Lantik 15 pejabat sebagai langkah Strategis pelaksanaan tugas ASN

Dedie Rachim Lantik 15 pejabat sebagai langkah Strategis pelaksanaan tugas ASN

Bogor, beritainnews – Sebanyak 15 pejabat dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di angkat dan di alih tugas pejabat, baik dari dalam jabatan administrator maupun jabatan pengawas. Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Walikota Bogor, Dedie A. Rachim di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat (17/7/2026).

Ada beberapa posisi dalam Pengangkatan dan alih tugas ini diantaranya Dinas Sosial, Bagian Administrasi Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kota Bogor, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan, Kecamatan Tanah Sareal, Dinas Lingkungan Hidup, RSUD, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin), Satpol PP, Kelurahan Ciluar, Kelurahan Sukadamai, Kelurahan Muarasari, serta Kelurahan Rancamaya.

Saat momen sumpah jabatan kepada 15 pejabat Pemkot Bogor (Dok.beritain)

Pada kesempatan tersebut Dedie Rachim mengatakan, bahwa pejabat yang dilantik merupakan bagian dari tour of duty di lingkungan Pemkot Bogor, ia juga menjelaskan bahwa langkah tersebut ditempuh dalam rangka memetakan kompetensi, potensi, latar belakang, serta pengalaman agar terdapat kesesuaian dengan kebutuhan organisasi saat ini.

“Keinginan masyarakat itu datangnya bertubi-tubi. Jadi saya akan terus melaksanakan proses rotasi, mutasi, maupun promosi dalam waktu dekat dengan penuh harapan agar apa yang diharapkan masyarakat terwujud,” ujar Dedie.

Dalam pelantikan ini ia menegaskan bahwa penempatan seseorang dalam posisi jabatan bukan karena usulan atau permintaan, melainkan harus benar-benar menggambarkan bahwa Pemerintah Kota Bogor mampu melaksanakan tugas sesuai dengan harapan masyarakat.

“Teruntuk peserta pelantikan agar dapat melaksanakan berbagai program strategis Kota Bogor maupun nasional, di antaranya bidang kesehatan, kesejahteraan masyarakat, lingkungan hidup, penataan aset, kewilayahan, pendidikan, infrastruktur, serta sumber daya manusia,” tegas Dedie.

Selain itu Dedie Rachim juga meminta kepada BKAD, agar dilakukan akselerasi Sistem Manajemen Aset Daerah (SIMASDA) untuk membantu melihat, memetakan, dan memonitor seberapa besar aset daerah Kota Bogor.

“Setelah ini dilakukan percepatan, maka bisa terlihat mana yang sudah termanfaatkan dengan baik, mana saja yang harus ditingkatkan, mana lokasi strategis. Aset itu kan ada ribuan, makanya harus tersistem, harus didigitalisasi,” ungkapnya.

Dengan demikian, kata Dedie, berbagai program kebijakan ke depan dapat lebih terukur, termasuk dari sisi pemanfaatan aset oleh pemerintah daerah.

Keberadaan aset pemerintah juga diharapkan dapat didorong untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, dimanfaatkan dalam kegiatan pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.

“Kemudian tata kelola juga lebih baik dan harapannya nanti bisa dijadikan sebagai basis data Kota Bogor yang kita nanti bisa tampilkan juga di dalam command center,” tuturnya.

Selain itu lanjut Dedie, untuk sektor lingkungan hidup, ia meminta agar terus dikawal terkait persiapan pembangunan dua PSEL, yakni satu di Galuga untuk Bogor Raya dan PSEL Kayumanis.

“Ini dua proyek yang menurut saya harus betul-betul dikawal, karena ada kaitan dengan pemerintah pusat, ada kaitan dengan Danantara, PLN, kemudian juga pelaksana kegiatan ada dua. Jadi, dengan total jumlah kurang lebih 2.500 ton sampah per hari yang harus diserap, maka tentu tata kelola, manajemennya juga harus baik,” ucapannya.

Adapun hal lain yang perlu dikawal, kata Dedie, yakni pembangunan SMAN 11, ring road (R2), IPAL skala kota, penataan PKL, pendataan masyarakat miskin, penyaluran bantuan kepada warga, serta program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pastikan bahwa persoalan pendataan masyarakat berjalan dengan sebaik-baiknya. Sehingga bantuan kepada masyarakat itu tepat sasaran,” tegasnya.

Proses pengangkatan dan alih tugas ini, Dedie berharap dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur sipil negara.

“Intinya garis besarnya saya berharap banyak, mudah-mudahan di penempatan yang baru, refresh melihat kondisi yang lebih baru. Mungkin kan kalau sudah lama nggak kelihatan, tapi kalau masuk ke tempat yang baru barangkali bisa lebih jernih melihat persoalan dan memberikan solusi, ini itu bisa muncul di situ,” tandasnya.

Reporter: Ismet

Editor: Anwar S.