Kab.Bogor, beritainnews.com – Ambruknya atap gedung SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor yang menyebabkan sejumlah siswa terluka, kejadian tersebut terjadi pada Rabu 10/9/2025. Nampak dalam video yang diterima beritainnews.com, siswa siswi dan guru teriak berhamburan keluar dan terlihat ruang kelas hancur berantakan tertimpa atap genting dan plafon dengan besi baja ringan berserakan.
Staff Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin membenarkan kejadian tersebut. menurutnya atap ruang kelas yang ambruk berada di lantai dua gedung sekolah.
“Atap sekolah lantai 2 SMKN 1 Cileungsi yang ambruk, dan untuk informasi sementara ada siswa yang korban luka dan sudah dibawa ke rumah sakit dan untuk saat ini pihaknya belum bisa merinci jumlah korban maupun tingkat luka yang dialami para siswa,” ujarnya.

Menanggapi insiden ambruknya atap SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor pada Rabu 10 September 2025 ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan Instagram pribadinya, pria yang akrab di panggil KDM ini langsung merespon untuk meminta Inspektorat Jawa Barat untuk turun melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dalam pembangunan sekolah tersebut.
Dalam peristiwa ini kata dia dalam videonya menyebut bahwa pembangunan SMKN 1 Cilengsi tersebut kualitasnya buruk. Terlebih pada peristiwa ini atap sekolah di lantai dua roboh.
“SMKN 1 Cileungsi Bogor dari informasi yang saya terima dibangun pada 2016. Dipastikan kualitas pembangunannya buruk kalau sampai atapnya roboh,” ujar KDM.
Nanti dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Jawa Barat, kata dia akan membuka secara terang akan kondisi bangunan SMKN 1 Cileungsi.
“Untuk itu saya juga sudah meminta Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan. Dan dulu siapa yang membangunnya. Karena setiap orang harus bertanggung jawab terhadap hal yang dia lakukan,” tegas KDM dalam akun videonya.
Red
.
Editor: Anwar S







