
Bogor (B.in) – Warga Sampora kelurahan cibinong kecamatan cibinong kabupaten Bogor geram terhadap pemerintah pusat. Pasalnya perselisihan tersebut dipicu lantaran akses jalan satu-satunya yang biasa dilintasi warga akan di tutup oleh pihak CSC LIPI dengan alasan akan di pakai untuk pembangunan Badan Riset Inovasi Negara ( BRIN ).
Perselisihan terus berlanjut, bahkan memanas hingga terjadi kericuhan pada saat di adakan mediasi antara pihak LIPI dengan warga di kantor kelurahan cibinong kabupaten Bogor pada hari Jumat 20 mei 2022.
Dalam pertemuan itu warga tetap menolak penutupan jalan tersebut dengan dasar sudah adanya surat kesepakatan prihal pemberian akses jalan warga yang di tandatangani oleh pihak CSC LIPI dengan warga Sampora yang terdiri dari 4 orang RW pada tanggal 3 Agustus 2021.
Terkait hal tersebut, Sugiyanto Lurah Cibinong saat di konfirmasi melalui celuler Minggu 22 Mei 2022 membenarkan.
Sugiyanto mengatakan kericuhan terjadi antara warganya dengan pihak CSC LIPI di Karena kan rencana penutupan akses jalan di wilayah Sampora, ” Tidak ada titik temu pada pertemuan jumat kemarin antara warga saya dengan prihal CSC LIPI, malah yang ada ricuh semua ” kata Sugiyanto.
Namun Sugiyanto berjanji akan terus berupaya memfasilitasi warganya, sampai nantinya ada kesepakatan baru dengan pihak CSC LIPI.
” saya akan tetap berusaha membantu masyarakat wilayah saya sampai ada titik temu yang baik, kalo saya tidak bisa menyelesaikan masalah warga maka saya akan berkordinasi dengan atasan saya yaitu Camat dan Asisten pemerintahan ”, ungkap Sugiyanto.
Sementara Eka Jumainar S.H.C.R.A dan Ahmad Rizky Martua Lubis S.H selaku kuasa hukum yang di tunjuk oleh warga Sampora saat di hubungi melalui celulernya Sabtu 21 Mei 2022, hanya mengatakan bahwa akan terus berupaya membela warga dan akan menempuh jalur lain jika pertemuan selanjutnya tidak juga menemui kesepakatan prihal akses jalan untuk warga.
” kita lihat nanti di pertemuan selanjutnya antara pihak warga dengan CSC LIPI apakah akan ada titik temu untuk warga, dan jika tidakpun kami akan melayangkan surat untuk PLT Bupati serta Ketua DPRD Bogor untuk menyelesaikan masalah ini ”, tandas Eka dikutip Beritainnews.
Red.B.in Rid.
Editor : Anwar




