Kota Bogor, beritainnews.com – Aktivis yang juga ketua Marbot (Masyarakat Bogor Tengah) Kota Bogor, Victor J Maengkom (VicJhon) sangat menyayangkan sikap Pemerintah Kota Bogor yang enggan menemui para aksi demonstrasi GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) atas aspirasi yang mereka sampaikan pada 21 Agustus 2025 kemarin, sehingga menimbulkan kericuhan dan terjadi Vandalisme di dibalai kota yang merupakan cagar budaya.
Atas kejadian tersebut Victor, justru mempertanyakan pihak keamanan yang seharusnya menjadi pagar betis terdepan dalam menjaga setiap aksi demo, justru tidak membuat barikade keamanan dengan baik sehingga para demonstran bisa menerobos masuk ke dalam area balai kota Bogor.

Lalu saat dimintai tanggapan terkait Vandalisme yang dilakukan GMNi, menurut Victor itu merupakan bentuk ekspresi kekecewaan mereka atas tuntutannya yang tidak ditanggapi oleh Pemkot Bogor,
“Ya itu merupakan bentuk ekspresi kekecewaan mereka yang seharusnya hal itu tidak terjadi apabila Walikota Bogor atau perwakilan dari Pemkot menemui mereka untuk berdialog,” ujar Victor.
Dia justru khawatir bila persoalan Vandalisme tersebut dibawa ke ranah pidana yang malah akan memicu gejolak yang lebih besar.
“Kami yang turut mewakili masyarakat Bogor Tengah kota bogor tidak ingin hal itu terjadi, maka kami berharap persoalan Vandalisme ditanggapi dengan bijak oleh Pemkot Bogor dan membuka diri untuk berdialog dengan mereka terkait aspirasi yang mereka sampaikan,” Pungkasnya.
Red.
Editor : Anwar S







