Beranda berita Anggota DPR menduga ada Oknum soal Minyak Goreng

Anggota DPR menduga ada Oknum soal Minyak Goreng

112

Jakarta (B.i) – Menanggapi persoalan ekspor CPO dan harga minyak goreng yang melonjak hingga kelangkaan terjadi, dalam hal ini Anggota DPR RI Andre Rosiade menduga ada oknum yang sengaja melawan kebijakan presiden terkait ekspor crude palm oil (CPO) dan minyak goreng.

“Bahwa sudah terjadi perlawanan terhadap keputusan pemerintah, itu baru rencana (larangan ekspor) perlawanan sudah dimulai, gendang perang sudah dimulai di saat ekspor masih berjalan secara normal,” kata Andre saat Dialektika Demokrasi dengan tema “Bagaimana Sikap DPR Menghadapi Mafia Migor” di Media Centre DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat.

Dia menganggap kebijakan larangan ekspor menunjukkan Presiden Jokowi sudah gerah dengan upaya yang sudah dilakukan.

Dia mencontohkan saat Jokowi mengumumkan larangan ekspor langsung membuat harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit anjlok. Padahal, ekspor CPO masih sempat berjalan.

Mengingat lagi saat ada kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) di 1 Februari 2022 langsung membuat minyak goreng saat itu langka.

Ketika Menteri Perdagangan sidak minyak goreng tiba-tiba melimpah. Namun saat Menteri Perdagangan selesai sidak tiba-tiba minyak goreng langka kembali. Dipastikan ada oknum yang diduga sengaja melawan pemerintah.

“Jadi apa intinya, yang ingin saya gambarkan bahwa dugaan perlawanan oligarki pemerintah itu terlihat jelas, oligarki-oligarki itu melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah itu jelas,” ungkapnya.

Dia menyayangkan belum ditetapkan tersangka, padahal sudah banyak indikasi oknum atau mafia yang membuat harga minyak goreng mahal saat itu. Saat ini, Andre merasa perlahan tetapi pasti masalah harga minyak goreng terlihat sudah bisa diatasi setelah Presiden Jokowi mencabut larangan ekspor.

“Nah, di saat Presiden mencabut mengumumkan pidato kemarin untuk mencabut larangan ekspor dan efektif di hari Senin depan tanggal 23 (Mei), itu memang rata-rata harga minyak goreng curah nasional itu sudah di Rp17.200, Rp 17.300,” ujar Andre.

Kendati demikian, Diakuinya sudah ada penurunan karena jumlah minyak goreng curah yang disalurkan ke masyarakat juga sudah lumayan banyak, sudah 200 juta liter.

Selain itu Andre juga menyambut baik Kejagung yang menetapkan Lin Che Wei menjadi tersangka baru di kasus ekspor CPO. Ia meminta Kejagung terus menelusuri kasus tersebut.

Red.B.i                                                     ant

Editor: Anwar