
Ilustrasi gambar pengeroyokan dan pemukulan dok.beritain
Sukabumi (B.in) – Kekerasan terhadap jurnalis atau wartawan kembali terulang, kali ini menimpa seorang wartawan Jurnal Sukabumi, Ilham Nugraha yang dianiaya oleh orang tidak dikenal (OTK) saat meliput di RSUD Palabuhanratu pada Senin, (13/6).
Menanggapi hal itu Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri mengecam aksi kekerasan terhadap wartawan. Tidak ada toleransi bagi pelakunya, dia meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelakunya dengan dijatuhi sanksi hukum sesuai Undang-Undang yang berlaku.
“Aksi kekerasan terhadap wartawan tidak bisa ditoleransi apalagi wartawan yang sedang melakukan peliputan untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Maka dari itu, kami meminta aparat penegak hukum yakni Polres Sukabumi untuk segera menangkap pelakunya dan menjatuhi sanksi sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku,” kata Iyos di Sukabumi pada Selasa, (14/6).
Sebelumnya, Wakil Bupati Sukabumi ini terkejut menerima informasi bahwa telah terjadi penganiayaan terhadap wartawan di area pelayanan publik RSUD Palabuhanratu, tentu hal ini menurutnya merupakan tindakan hukum, apalagi aksi kekerasan tersebut bisa mengganggu para pasien yang berada di rumah sakit itu.
Dia menyayangkan, kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi apalagi informasinya korban tengah bertugas melakukan peliputan korban kecelakaan, di mana satu keluarga terjatuh saat melintasi Jembatan Cimandiri dengan sepeda motornya dan tercebur ke Sungai Cimandiri, Palabuhanratu.
Adapun lanjut dia, jika memang tidak berkenan untuk diliput maka bisa meminta izin atau dibicarakan dengan baik-baik, tanpa harus dengan kekerasan yang berujung penganiayaan, karena seperti diketahui setiap wartawan yang menjalankan tugasnya diikat oleh kode etik sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Kedepan, pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang kembali di daerah yang dipimpinnya tersebut, dia meminta pihak kepolisian bertindak tegas dan cepat menangkap para pelakunya untuk diproses secara hukum.
Menurut kronologi yang dihimpun, Ilham saat itu sedang meliput informasi penanganan korban kecelakaan di RSUD Palabuhanratu. Seperti diketahui, telah terjadi kecelakaan pesepeda motor jatuh ke Sungai Cimandiri.
“Saya sedang ngambil gambar tiba-tiba ada orang yang melakukan provokasi. Dia bilang enggak boleh ambil gambar, sambil menyeret saya keluar,” kata Ilham.
Selain itu Ilham juga diminta untuk mengahapus foto dan video di ponselnya. Hingga Ilham berada di depan, di luar gedung rumah sakit, belasan orang terprovokasi memukuli ilham membabi buta.
“Ada belasan orang yang mukulin saya. Itu kan posisinya lagi rame juga, banyak orang di depan rumah sakit,” ujarnya.
Atas kejadian yang menimpanya tersebut, Ilham sudah melaporkannya ke pihak kepolisian dan Satreskrim Polres Sukabumi, kasus kekerasan terhadap wartawan Ilham tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.*dikutip.
Editor : Anwar




