Kota Bogor, beritainnews.com – Peneritban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terus dilakukan di area Pasar Bogor oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor. Menanggapi hal tersebut Dirut PT. Bogor Artha Makmur (BAM) selaku investor revitalisasi Pasar Jambu Dua Bogor, MH. Ages sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota ( Pemkot) Bogor dalam menata dan menegakan perda pernertiban PKL sebagai upaya memuliakan para PKL kawasan tersebut untuk pindah ke Pasar Jambu Dua Kota Bogor, Senin 20/04/26.

Menurut Ages, bahwa PKL dikawasan tersebut memang sudah seharusnya ditertibkan, karena keberadaan PKL selain menyalahi aturan, area yang di tempati PKL terlihat kumuh dengan menyisakan banyaknya tumpukan sampah. ia berharap penertiban PKL ini dapat terus dilakukan dengan komitmen dan konsisten dalam penegakan perda PKL yang dilakukan Satpol PP Kota Bogor melalui sanksi penindakan tegas dan penjagaan ketat yang terus berkelanjutan, sehingga hal itu dapat membuat efek jera bagi para PKL yang membandel.
Kendati demikian kata Ages, Pemkot Bogor tidak hanya melakukan peneritban PKL semata, akan tetapi memberi solusi dengan menyediakan relokasi yang layak bagi para PKL ke pasar jambu dua. Namun sangat disayangkan sampai saat ini para pedagang tersebut belum juga menempati kios pasar jambu dua yang disediakan Pemkot Bogor,
“Padahal para pedagang yang ditertibkan sudah disediakan tempat yang layak, sayangnya sampai saat ini mereka belum juga mau menempati kios dan lost di pasar jambu dua, ‘Ya hanya ada beberapa saja yang sudah di isi. Dan sebetulnya kios kami di pasar jambu dua ini murah dengan diberikan free selama tiga bulan, ” ungkapnya.
Terkait hal itu pihaknya terus berupaya menghimbau dan mengajak para pedagang di pasar bogor yang ditertibkan untuk segera pindah ke tempat yang layak di pasar jambu dua yang disediakan Pemkot Bogor, sehingga menurutnya para pedagang dalam berjualan mendapat kenyamanan dan keamanan yang terjaga sangat baik dengan pemasangan cctv di setiap sisi.
“Keberadaan Pasar Jambu dua ini sangat strategis dengan akses jalannya yang bagus, kebersihan lingkungan pasarnya juga terawat yang tentunya dapat memberikan kenyaman bagi para pedagang maupun konsumen yang berbelanja,”paparnya.
Maka dalam hal ini ia juga berharap kepada Perumda Ppasar Pakuan Jaya (PD.PPJ) Kota Bogor selaku pengelola BUMD Pemkot Bogor harus konsisten untuk turut mendorong komitmen pemkot dalam merelokasikan para PKL ke pasar jambu dua. Sementara sejauh ini pihak PT. BAM sudah banyak mengeluarkan energi pikiran dan biaya yang tidak sedikit dalam membangun pasar sesuai kerangka anjuran Perumda PPJ pada perencanaan yang disepakati.
” Kami sudah membangun 1041 kios dan lost sesuai kerangka anjuran Perumda PPJ, namun jujur sejauhi ini saya sangat dirugikan, dikarenakan pembangunan Pasar Jambu Dua yang sudah berjalan dua tahun, namun sampai saat ini masih banyak kios dan lost yang belum banyak terisi. Maka kami berharap Perumda PPJ terus konsisten pada komitmennya,” Inmbuhnya.
Disisi lain sambung ia, belakangan ini tersiar isu kabar terkait adanya permasalahan ketidak harmonisan para direksi di internal PERUMDA yang tentunya jika kabar itu benar , maka menurutnya hal itu akan dapat berpengaruh pada pengelolaannya yang tidak sehat.
“Kalau memang benar kabar ini dan tidak segera dibenahi, maka tentunya hal ini sangat berpengaruh pada pengelolaan Perumda itu sendiri, ya karna sudah tidak selaras pada visi dan komitmen yang seharusnya sejalan pada tujuan yang sama dalam memprioritaskan kepentingan pengelolaan Perumda. Dan bukan malah justru tampil pada kepentingan individu yang mana hal itu dapat menjadi masalah serius bagi Perumda kedepannya,” ujarnya.
Dia berharap hal tersebut dapat didudukan bersama Walikota Dedie Rachim untuk disikapi dengan bijak oleh para direksi tanpa mengedepankan ego.
Disamping itu bagi para pedagang pasar Bogor diharapkan dapat segera menempati kios Pasar Jambu Dua yang terbilang cukup murah. Ia juga meyakini bahwa kedepan pasar jambu dua akan menjadi pusat pasar yang buka 24 jam yang banyak dikunjungi para konsumen.
“Kami harapkan para pedagang dapat segera mengisi kios dan lost yang masih banyak tersedia dengan harga kios yang relatif murah dan free selama tiga bulan,” pungkas Dirut PT. BAM ini.
An
Editor: Anwar S







